Banyak orang mengira kesalahan keuangan terjadi karena kurang pintar.
Padahal, sering kali masalahnya bukan di kemampuan, tapi di kebiasaan mengambil keputusan saat terburu-buru.
Edukasi keuangan bukan soal rumus atau istilah rumit.
Ia lebih dekat dengan kebiasaan sederhana:
- berani bertanya
- membandingkan pilihan
- memahami risiko
- dan memberi waktu untuk berpikir
Seseorang bisa memiliki penghasilan besar, tapi tetap mengalami masalah keuangan jika Keputusan diambil tanpa pertimbangan.
Sebaliknya, orang dengan penghasilan terbatas sering justru lebih aman karena terbiasa berhati-hati.
Keputusan keuangan jarang benar-benar “salah”.
Yang sering terjadi adalah keputusan diambil terlalu cepat, tanpa informasi yang cukup.
Di sinilah pentingnya edukasi keuangan, bukan untuk menggurui, tapi untuk memberi ruang agar seseorang bisa berpikir dengan lebih jernih.
Keuangan yang sehat bukan tentang seberapa cepat solusi datang, melainkan seberapa siap kita menanggung konsekuensinya.
Pelan bukan berarti ragu.
Pelan sering kali berarti sadar.